Situs Budaya Batu Panjang

Salah satu menhir di Situs Budaya Batu Panjang

Salah satu menhir di Situs Budaya Batu Panjang

Jika kita dari Ciamis menuju Majalengka melalui jalan alternatif dengan rute Ciamis-Kawali-Panjalu kemudian Sukamantri, kita akan disuguhi pemandangan yang indah khususnya setelah masuk di Desa Cibeureum Kecamatan Sukamantri. Rute yang berkelok dan menanjak dengah pepohonan yang rindang di kiri kanan jalan menambah kesejukan pada dataran tinggi lebih dari 887 dpl pada kisaran suhu 18-24 derajat celcius. Dengan kondisi daerah seperti ini sangat memungkinkan Desa Cibeureum menjadi sentra hortikultura. Sehingga desa ini dinobatkan sebagai kota Agropolitan dengan dua core bussines yaitu agrobisnis dan agrowisata, ini ditandai juga dengan pasar agro yang berada di tepi Danau Cibubuhan.

Melewati Danau Cibubuhan jalan semakin menanjak dan hanya sesekali ditemukan pemukiman,selebihnya areal Perhutani dengan tegakan Pinus mengawal jalan yang sedikit rusak sampai pada perbatasan dengan Kecamatan Cingambul (dulu Kecamatan Cikijing) Kabupaten Majalengka. Di lereng (atau bahkan hampir mendekati puncak) Gunung Madati inilah Situs Batu Panjang berada, tepatnya ujung Dusun Cimara walaupun sebetulnya situs ini berada di area Perhutani (RPH Madati BKPH Ciamis KPH Ciamis).

Situs ini berupa kumpulan batu dari reruntuhan bangunan dan didominasi batu yang berbentuk panjang sehingga situs ini dinamakan Situs Batu Panjang, meskipun ada sebagian masyarakat yang menamakan Situs Batu Kendang. Ini karena ada batu yang disangga dua batu sehingga menyerupai Kendang. Jika diamati sebetulnya tidak terlalu mirip kendang, karena batu ini panjangnya sekitar 2,20m dan kemungkinan difungsikan sebagai Dolmen walaupun permukaannya tidak rata atau juga mungkin Menhir yang roboh. Dolmen  adalah meja batu tebal yang disangga oleh beberapa batu di bawahnya, kegunaannya untuk meletakkan hidangan atau sesajen saat upacara tertentu terutama untuk upacara pemujaan atau tugu peringatan. Di bawah dolmen biasanya terdapat kubur batu.

Selain Dolmen ada juga batu tegak atau biasa disebut Menhir yang dibuat untuk tujuan tertentu.Biasanya untuk  pemujaan pada roh nenek moyang atau ketua suku. Menhir ini juga menjadi lambang tempat-tempat keramat yang digunakan untuk berhubungan dengan dunia rohBatu Menhir ini juga mungkin didirikan oleh penduduk untuk mengingat pemimpin mereka yang banyak berjasa atau yang sangat dihormati karena jasanya kepada masyarakat dan apabila pemimpin itu meninggal sebuah Menhir didirikan kemudian secara tidak langsung dijadikan sebagai tugu pemujaan roh.

Mengamati Situs Batu Panjang, menurut balai Arkeologi yang dikutip oleh staf Disbudpar Kabupaten Ciamis, situs ini diprediksi sebagai pusat arah pemujaan dari berbagai lokasi pemukiman disekitarnya, ini dicirikan dengan letak situs yang menghadap ke gunung (Gunung Sawal). Atau secara langsung berfungsi sebagai tempat pemujaan.

Kondisi Situs Batu Panjang sebagai warisan prasejarah belum sepenuhnya terpelihara dengan baik, hal ini ditandai dengan artefak-artefak yang terbenam dan juga berada di semak-semak atau bahkan ada artefak yang terlilit akar. Mungkin karena lokasinya berada di areal Perhutani, sehingga dalam pengelolaannya dibutuhkan sebuah koordinasi yang khusus antara pihak Perhutani dan pemerintah daerah.

Jika Situs Budaya Batu Panjang ini terawat dan tertata dengan baik sangat mungkin menjadi tujuan wisata dari arah Ciamis maupun Majalengka. Beberapa pengendara mobil dan motor yang sempat saya tanya mengenai situs ini, tidak terlalu mengetahui tentang situs budaya batu panjang yang sering dilewatinya, umumnya mereka hanya tahu dari yang terlihat di tepi jalan, padahal sebagian besar artefak berada sedikit di dalam hutan dan mereka juga tidak seragam dalam menyebut situs ini. Ada yang menyebut situs batu kendang ada juga yang menyebut situs batu geni.Mungkin ini berkaitan dengan penanda yang kurang jelas, papan nama yang tercantum berada di batang pohon dengan ketinggian sekitar 2 meter pada papan yang hanya selebar 20cm dan panjang 60cm dengan tulisan yang sudah kabur.

(HU Kabar Priangan, 11/11/2010)

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s